Gowes Sehat Dikala Pandemi COVID- 19, Ini Panduan dari Ahli UGM

Sebagian waktu ini jalanan di Wilayah Istimewa Yogyakarta( DIY) dipadati dengan masyarakat yang bersepeda. Sementara itu, keadaan DIY masih belum leluasa COVID- 19. Kemudian bagaimanakah panduan nyaman bersepeda dikala pandemi Corona?


Dosen Fakultas Medis Kesehatan Warga serta Keperawatan( FKKMK) UGM Rustamadji membeberkan olahraga pada dikala pandemi Corona tidak dilarang. Tetapi, terdapat protokol kesehatan yang wajib dijalankan.


" Sebab kita tidak ketahui siapa yang bawa COVID- 19 sehingga kita tidak dapat mengabaikan terdapat mungkin kita sendiri ataupun orang lain itu menularkan. Itu kewaspadaannya," kata Rustamadji dikala dihubungi detikcom, Kamis( 11/ 6/ 2020).


Laki- laki yang pula berprofesi bagaikan Pimpinan Satgas COVID- 19 UGM itu pula menuturkan, masyarakat yang bersepeda wajib waspada sebab masih terdapat mungkin penularan Corona.


" Walaupun Yogya telah relatif menyusut sebagian waktu kemudian pernah tidak terdapat( penderita positif Corona) tetapi nyatanya masih terdapat peristiwa COVID- 19. Maksudnya masih terdapat mungkin yang menularkan," jelasnya.


Buat itu, ia membagikan panduan nyaman bersepeda dikala Pandemi COVID- 19:


1. Senantiasa Pakai Masker dikala Bersepeda


Kendati bersepeda memakai masker itu kurangi hawa yang masuk ke paru- paru, goweser senantiasa harus mengenakan masker.


" Masker yang dipakai, kain 3 lapis itu idealnya. Tetapi itu tidak dapat diterapkan buat berolahraga dengan keseriusan berat," jelasnya.


Oleh sebab itu, goweser wajib mengukur keahlian badan serta bila dikala bersepeda telah terasa berat, intensitasnya wajib diturunkan.


" Pada prinsipnya itu hendak kurangi hawa yang masuk, sehingga wajib kita cek keseriusan berolahraga dengan hawa lumayan ataupun tidak," ucapnya.


2. Keseriusan Bersepeda Jangan Sangat Berat


Rustamadji menuturkan, bersepeda dengan memakai masker pastinya berat. Oleh sebab itu, ia menganjurkan bersepeda cuma buat berhura- hura saja.


" Walaupun olahraga itu berat memakai masker, hingga olahraganya jangan ngoyo ataupun berat. Bersepeda buat happy," sarannya.


" Gimana itu kita ketahui tidak ngoyo, ialah kala mengayuh sepeda masih dapat berdialog dengan baik," lanjutnya.


Tetapi, perihal ini dipulangkan ke tiap- tiap orang. Alasannya, terdapat orang yang memanglah telah terbiasa bersepeda serta terdapat yang belum terbiasa.


" Jika kita bersepeda, dikala ngomong telah tidak jelas itu tandanya olahraganya telah ngoyo ataupun berat sehingga hendak tergantung pada tiap- tiap orang. Buat mereka yang telah terlatih hendak berbeda intensitasnya buat orang yang baru awal kali bersepeda," jelasnya.


" Maksudnya dikala berdialog itu masih jelas, penyeimbang antara kebutuhan oksigen serta latihan tercapai," tambahnya.


3. Pakai Helm serta Baju Tertutup


Bersepeda pula mempunyai resiko bila terjatuh. Oleh sebab itu, tiap goweser senantiasa dimohon supaya memenuhi diri dengan perlengkapan pelindung.


" Gunakan pelindung. Itu sesungguhnya harus. Nah apa saja itu yang dipakai, pastinya di antara lain mengenakan helm serta baju tertutup," terangnya.


4. Senantiasa Terapkan Jaga Jarak Antar Pesepeda


Pembatasan jarak pula berlaku dikala bersepeda. Pemberian jarak bukan cuma dengan rombongan, tetapi pula dikala berpapasan.


" Jarak itu bukan cuma dengan rombongan tetapi pula jaga jarak jika berpapasan. Ini yang kurang dicermati. Ini yang kita takutkan jika terdapat orang lain yang bisa jadi lagi sakit waktu berpapasan dalam jarak yang pendek malah malah beresiko," ucapnya. 

No comments

Powered by Blogger.